Arab Saudi selama ini dikenal sebagai negeri gurun yang panas dan kering. Namun cuaca Arab Saudi tidak hanya satu musim. Faktanya, empat musim di Arab Saudi berubah dengan jelas dan terasa perbedaannya setiap tahun. Pergantian musim ini berpengaruh pada pakaian, aktivitas harian, perjalanan wisata, hingga waktu terbaik untuk umroh.

1. Musim Panas di Arab Saudi (الصيف)
Musim panas terjadi pada Mei hingga September. Pada periode ini, suhu Arab Saudi bisa mencapai 50°C, terutama di daerah tengah seperti Riyadh. Berbeda dengan Indonesia yang lembab, iklim Arab Saudi pada musim ini sangat kering.
Di kota-kota pesisir seperti Jeddah, Dammam, dan Jazan, panasnya terasa lebih lembab karena dekat laut.
Pada musim panas:
- Penduduk memakai pakaian tipis
- Aktivitas luar ruangan biasanya dilakukan pagi atau malam hari
- Banyak orang mencari kesejukan ke dataran tinggi seperti Taif dan Abha
- AC menyala hampir 24 jam
2. Musim Gugur di Arab Saudi (الخريف)
Akhir September hingga awal November merupakan masa peralihan dari panas ekstrem menuju suhu yang lebih bersahabat. Pada siang hari suhunya sekitar 20–30°C, sedangkan malam hari terasa lebih sejuk.
Musim gugur menjadi waktu ideal untuk:
- Camping di gurun
- Mengikuti festival budaya
- Berfoto dengan langit cerah tanpa panas ekstrem
Pada periode ini, cuaca di Arab Saudi mulai nyaman untuk turis dan jamaah umroh.
3. Musim Dingin di Arab Saudi (الشتاء)
Musim dingin terjadi dari akhir November hingga Februari, dan ini adalah waktu favorit untuk umroh karena udara sejuk. Di beberapa wilayah seperti Tabuk, Hail, dan Al-Jouf bahkan turun salju pada puncak musim.
Suhu bisa mendekati 0°C, sehingga:
- Penduduk memakai jaket tebal
- Menggunakan kaus kaki, syal, dan sarung tangan
- Angin terasa menusuk tulang karena kering
Bagi warga Indonesia, dingin Arab Saudi terasa berbeda karena minim kelembapan.
4. Musim Semi di Arab Saudi (الربيع)
Maret hingga April adalah musim paling indah di negara ini. Pada musim semi, empat musim di Arab Saudi terasa paling ramah:
- Suhu sekitar 20–30°C
- Hujan ringan sering turun
- Bunga bermekaran di banyak kota
Di Taif diadakan festival bunga mawar, dan bunga Jacaranda ungu menutupi jalanan kota Abha, menciptakan pemandangan yang menawan.
Musim semi juga menjadi waktu terbaik untuk umroh karena suhu mirip Indonesia, sehingga jamaah terasa lebih nyaman.
Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Arab Saudi?
Dengan memahami empat musim di Arab Saudi, kita bisa memilih waktu yang sesuai:
- Ingin melihat salju → akhir Desember–Januari
- Nyaman untuk umroh → musim semi & musim dingin
- Wisata alam & festival bunga → Maret–April
- Tantangan panas gurun → musim panas
Mengetahui musim di Arab Saudi membantu menyiapkan:
- Pakaian
- Aktivitas perjalanan
- Jadwal umroh
- Ekspektasi cuaca Makkah & Madinah
Kesimpulan
Walaupun dikenal sebagai negeri gurun, empat musim di Arab Saudi memberikan pengalaman berbeda sepanjang tahun. Dari panas ekstrem, salju putih di utara, hingga keindahan bunga musim semi, setiap musim menawarkan keunikan tersendiri.
Data Cuaca Arab Saudi (resmi) → Untuk info suhu & iklim
Musim Umroh → Informasi perjalanan & tips
Info Salju di Tabuk → Berita salju & cuaca ekstrem