Setiap tahun baru hijriah, Ka’bah di Masjidil Haram mengenakan Kiswah Ka’bah yang baru. Kain hitam bersulam emas ini bukan hanya penutup, tetapi simbol kehormatan, keagungan, dan pemuliaan terhadap rumah suci Allah. Tradisi pergantian kiswah ini telah berlangsung sejak berabad-abad dan menjadi salah satu momen bersejarah di Makkah.

Tradisi Pergantian Kiswah Ka’bah di Awal Tahun Hijriah
Dulu, pergantian kain Ka’bah dilakukan setiap 9 Dzulhijjah, saat jamaah haji wukuf di Arafah. Namun, sejak 2022, mengikuti arahan Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pergantian Kiswah Ka’bah resmi dipindahkan ke tanggal 1 Muharram.
Tujuan perubahan jadwal ini:
- Meningkatkan tata kelola
- Memastikan kesiapan teknis
- Menghindari padatnya musim haji
Dengan waktu yang lebih fleksibel, proses pergantian bisa dilakukan dengan tenang dan penuh kehormatan.
Asal Usul Kiswah Ka’bah dan Sejarah Panjangnya
Tradisi menutup Ka’bah dengan kain sudah ada sejak masa pra-Islam. Kaum Quraisy dahulu menutup Ka’bah sebagai bentuk penghormatan. Setelah penaklukan Makkah, Rasulullah ﷺ menetapkan bahwa Ka’bah harus diselimuti kain yang bersih dan indah.
Selama sejarah Islam, pembuatan kiswah pernah dilakukan di Mesir, Yaman, dan Iraq. Namun sejak berdirinya Kerajaan Arab Saudi, seluruh proses produksi dilakukan di Makkah melalui Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Pembuatan Kiswah Ka’bah.
Kain ini bukan sekadar penutup, tetapi simbol kehormatan Baitullah.
Proses Pembuatan Kiswah: Sutra, Emas, dan Ahli Kerajinan
Kiswah Ka’bah terbuat dari sutra murni berwarna hitam dengan ukuran besar:
- Panjang total sekitar 47 meter
- Tinggi sekitar 14 meter
- Terdiri dari empat sisi
- Ditambah satu tirai pintu Ka’bah (sitārah al-bāb)
Ayat-ayat Al-Qur’an pada kiswah disulam dengan benang emas dan perak. Proses pengerjaan dilakukan oleh lebih dari 200 ahli, memakan waktu 8 bulan hingga 1 tahun.
Setiap detilnya mencerminkan:
✔ kecintaan
✔ penghormatan
✔ kemuliaan terhadap Ka’bah
Makna Spiritualitas di Balik Kiswah Ka’bah
Warna hitam kiswah mencerminkan kerendahan dan keagungan. Sedangkan sulaman emas menggambarkan kemuliaan kalimat tauhid:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ
“Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
Pergantian Kiswah Ka’bah setiap awal tahun hijriah menjadi simbol:
✨ Pembaruan (tajdīd)
✨ Penyucian niat
✨ Dimulainya tahun baru dengan hati yang bersih
Ke Mana Pergi Kiswah Lama?
Kiswah lama tidak dibuang. Setelah dicopot, potongannya disimpan di Museum Arsitektur Dua Masjid Suci di Makkah dengan pengamanan tinggi. Sebagian lainnya diberikan kepada:
- Pemimpin negara
- Ulama besar
- Lembaga keagamaan
Sebagai bentuk hadiah kehormatan yang sangat berharga.
Kiswah lama memiliki nilai sejarah dan spiritual yang agung, sehingga dijaga dengan penuh kehormatan.
Kesimpulan
Kiswah Ka’bah bukan sekadar kain hitam, tetapi simbol kecintaan umat Islam kepada Ka’bah. Proses pembuatannya melibatkan ahli terbaik, waktu yang panjang, serta bahan berkualitas. Pergantian di awal tahun hijriah menjadi momen spiritual yang mengingatkan umat untuk menyucikan hati dan memperbarui niat.
Semoga setiap Muslim diberi kesempatan untuk melihatnya secara langsung di Masjidil Haram.