Di kota Nabi ﷺ berdiri sebuah masjid yang memiliki kisah unik yang tak dimiliki oleh masjid manapun di dunia. Namanya masjid Qiblatain, yang berarti “Masjid dengan dua kiblat”. Tempat inilah yang menjadi saksi bisu atas sejarah besar umat islam, sejarah perpindahan kiblat dari Baitil maqdis menuju baitil ‘atiq(ka’bah).

Asal-usul Nama Masjid Qiblatain
Sebelum turunnya perintah perubahan kiblat, Rasulullah ﷺ dan para sahabat melaksanakan sholat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Hal ini berlangsung sejak masa beliau ﷺ di Makkah hingga beberapa bulan setelah hijrah ke Madinah.
Namun dalam hati beliau ﷺ, tersimpan harapan agar kiblat dikembalikan ke Ka’bah — kiblat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan rumah ibadah pertama di muka bumi.
Harapan tersebut dikabulkan Allah ﷻ pada sebuah momen penting yang kini menjadi bagian dari sejarah Masjid Qiblatain. Saat Rasulullah ﷺ sedang menunaikan sholat Dzuhur di masjid Bani Salimah, wahyu perubahan kiblat turun ketika beliau telah menyelesaikan dua rakaat. Maka Rasulullah ﷺ langsung berputar menghadap Ka’bah, yang kemudian diikuti para sahabat.
Perintah perpindahan kiblat itu ada pada firman Allah ﷻ:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
“Sungguh kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke arah kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke Masjidil Haram” (Qs. Albaqarah:144)
Sejak saat itu, Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin sholat menghadap Ka’bah. Masjid yang awalnya bernama Masjid Bani Salimah pun mendapatkan nama baru: Masjid Qiblatain, karena pernah digunakan untuk sholat dengan dua arah kiblat.
Perlu diketahui, meski Masjid Qiblatain menjadi lokasi turunnya perintah penting ini, masjid tersebut tidak memiliki keutamaan ibadah khusus. Masjid yang memiliki keutamaan istimewa di Madinah hanyalah Masjid Nabawi dan Masjid Quba’.
Pelajaran penting dari perpindahan kiblat
Peristiwa di Masjid Qiblatain bukan sekadar kisah sejarah, tetapi sarat pelajaran berharga bagi umat Islam:
- Keimanan dan Ketaatan Para Sahabat
Ketika perintah turun dan Rasulullah ﷺ langsung mempraktikkannya, para sahabat segera mengikuti tanpa bertanya dan tanpa menunda. Ketaatan total inilah yang menjadi teladan bagi kaum muslimin hingga hari ini. - Penegasan Identitas Kaum Muslimin
Perubahan kiblat menjadi titik penting pembeda umat Islam dari umat sebelumnya. Umat Islam diperintahkan kembali menghadap Ka’bah — rumah Allah pertama yang dibangun di muka bumi.
Arsitektur Masjid Qiblatain dan Jejak Sejarahnya
Kini, Masjid Qiblatain berdiri megah dengan arsitektur modern hasil renovasi kerajaan Arab Saudi. Meskipun telah banyak pembaruan, jejak sejarahnya tetap terjaga.
Di dalam masjid, pengunjung masih dapat melihat:
- Mihrab lama yang menghadap ke Baitul Maqdis
- Mihrab baru yang menghadap ke Ka’bah
Kedua mihrab inilah yang menjadikan Masjid Qiblatain sebagai destinasi napak tilas sejarah yang sangat menarik bagi jamaah umrah maupun peziarah Madinah.
Penutup
Masjid Qiblatain adalah simbol ketaatan, keimanan, dan perjalanan besar umat Islam dalam mengikuti petunjuk Allah ﷻ. Meskipun tidak memiliki keutamaan ibadah khusus, masjid ini tetap menjadi saksi sejarah penting yang layak dikunjungi dan direnungkan.
Wallahu a’lam.